sering banget ya kita denger istilah tangan panas atau tangan dingin kalau urusan tanam-menanam. katanya kalau tangan dingin itu sekali tancep tanaman langsung subur, tapi kalau tangan panas jangankan berbunga, kaktus aja bisa mati.
tapi sebenernya ini mitos atau fakta ya? yuk kita bedah tipis-tipis!
secara ilmiah, ini mitos ya kak. tanaman gak bisa mendeteksi suhu tubuh manusia lewat telapak tangan untuk menentukan mereka mau tumbuh atau gak. jadi gak ada hubungannya antara suhu kulit kita sama keberhasilan berkebun.
tapi, istilah ini biasanya muncul karena perbedaan kebiasaan atau "feel" seseorang saat merawat tanaman. ini penjelasannya kenapa ada yang kelihatan lebih jago:
masalah perhatian ke detail si tangan dingin biasanya lebih peka. mereka tahu kapan tanah mulai kering atau kapan daun mulai layu. sementara si tangan panas mungkin sering lupa nyiram atau malah terlalu banyak nyiram sampai akarnya busuk (overwatering).
faktor pengetahuan orang yang dianggap tangan dingin sebenernya cuma lebih tahu kebutuhan tanamannya. mereka baca-baca dulu tanaman ini suka matahari atau nggak, medianya apa, dan butuh pupuk apa. jadi bukan karena tangannya ajaib, tapi karena mereka kasih apa yang tanaman mau.
kesabaran berkebun itu soal waktu. kadang si tangan panas pengennya tanaman cepet gede terus dikasih pupuk banyak-banyak, padahal itu malah bikin tanaman "terbakar" atau mati karena overdosis nutrisi.
ph kulit dan keringat ada sedikit teori kalau keringat berlebih atau ph kulit yang terlalu asam bisa pengaruh kalau kita sering pegang-pegang daun atau batang muda secara kasar, tapi dampaknya kecil banget kok.
kesimpulannya: siapa pun bisa jadi tangan dingin asal mau belajar karakter tanamannya. anggrek misalnya, dia cuma butuh kita buat nggak terlalu "over-care" tapi tetep konsisten.
jadi buat yang merasa tangan panas, jangan menyerah dulu ya! mungkin kamu cuma perlu ganti jadwal nyiram atau ganti media tanamnya aja.
kakak sendiri ngerasa punya tangan yang kayak gimana nih kalau pas pegang tanaman?
